Belum Nikah, Investasi Tanah Kavling atau Langsung Beli Rumah?

Posted on

Pertanyaan:
Saya seorang pria berusia 25 th. yang belum menikah. Tapi aku merencanakan untuk membeli properti sebagai investasi era depan, barangkali besar dapat aku duduki dikala aku sudah menikah kelak. Hanya saja, aku bingung memutuskan antara membeli tempat tinggal atau tanah kavling? Manakah yang lebih baik untuk saya?

Jawaban:
Antara tempat tinggal atau pun tanah kavling, keduanya amat baik untuk dipillih, lebih-lebih Anda tetap amat muda dan punya niat untuk investasi di era depan, itu merupakan rencana yang bagus. Sebelum menentukan di antara keduanya, ada baiknya kita jabarkan kekurangan dan juga kelebihan dari keduanya.

1. Secara Umum
Secara umum, jikalau mendambakan membeli properti artinya kita mesti berkhayal biaya yang sudah pasti tidak bisa dikatakan murah. Bicara properti artinya berbicara duwit yang banyak. Apakah Anda sudah mempersiapkannya? Berapa yang sudah ditabung? Apakah sudah lumayan untuk membeli rumah/tanah? Baru lumayan sebagai duwit muka (down payment/DP) atau belum menabung sama sekali? Berbagai perihal ini mesti dipikirkan.

Setelah itu, amati pula berapa penghasilan per bulan Anda. Jika pendapatannya besar, maka didalam waktu singkat barangkali Anda sudah bisa segera mengumpulkan DP, tetapi bagaimana jikalau penghasilan Anda kecil? Maka Anda mesti kerja keras untuk menabung. Rumus standar yang bisa digunakan adalah, 40% penghasilan per bulan bisa digunakan untuk tabungan DP, 10% untuk biaya proteksi (asuransi dan sebagainya), dan 50% untuk gaya hidup.

Lihat Juga : Kavling Syariah

2. Tanah
Membeli tanah tentulah lebih murah ketimbang mesti membeli rumah, sebab belum ada bangunan yang berdiri di atasnya. Membeli tanah bisa menjadi langkah yang baik, sebab Anda bisa menentukan di sekitaran kota. Jika di pinggiran, Anda bisa miliki tanah yang lebih luas.

Sebagai gambaran, harga tempat tinggal kurang lebih 20% lebih mahal ketimbang tanah kavling di area dan luas yang sama. Jadi, jikalau harga tanah di sebuah kawasan adalah Rp 10 juta/m2, maka jikalau sudah ada rumahnya, harganya menjadi kurang lebih Rp 12 juta/m2.

Kelebihan membeli tanah adalah harganya yang lebih murah dan di sesudah itu hari Anda terhitung bisa membangun tempat tinggal cocok selera suami dan istri. Sementara kelemahannya, Anda tetap miliki tugas untuk membangun tanah berikut ulang menjadi sebuah tempat tinggal impian.

3. Rumah
Seperti yang sudah jelaskan, harga tempat tinggal lebih tinggi ketimbang tanah. Namun, kebijakan pemerintah didalam menanggulangi backlog menciptakan program subsidi yang bisa dinikmati mereka yang berpenghasilan rendah, lebih-lebih untuk program KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Program KPR subsidi sebabkan DP tempat tinggal hanya kurang lebih 10% bersama dengan bunga cicilan flat 5%. Berbeda bersama dengan pembelian tanah yang tidak mendapat suplai subsidi dari pemerintah. Tapi tentu saja, tempat tinggal subsidi tidak disediakan di pusat kota besar.

Jika penghasilan tidak amat besar dan mengandalkan kredit dari bank, maka Anda bisa membeli tempat tinggal subsidi, tetapi jikalau pendapatannya lumayan besar dan mendambakan tidak amat jauh dari kantor, maka Anda bisa membeli tanah kavling lebih dulu. Semua terkait kebutuhan dan kekuatan keuangan dari masing-masing individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *